GORO Retail targetkan buka 30 gerai sampai akhir tahun

KONTAN.CO.ID – BOGOR. Usai menguatkan bisnis properti, Hutomo Mandala Putra atau yang sering disapa Tommy Soeharto mulai mengembangkan bisnis ritel. Melalui PT Berkarya Makmur Sejahtera, Tommy baru saja meresmikan gerai GORO Retail Cibubur pada Rabu (17/10).

Sebagai informasi, sebelumnya Tommy Soeharto agresif dalam melakukan pengembangan proyek properti di berbagai lokasi. Misalnya saja proyek high rise mixed use di Semanggi bertajuk Mangkuluhur City dan proyek superblok bernama Gayanti City di bilangan MT Haryono Jakarta Selatan.

Teranyar, Tommy juga meluaskan bisnis properti ke Belitung dengan mengembangkan township di lahan seluas 715 hektare (ha) lewat PT Putra Ciptawahana Sejati (Ranati). Nantinya di dalam kawasan ini akan dibangun lapangan golf, resort, hotel, hunian, pusat perbelajaan, sekolah dan lain-lain.

Dalam bisnis retailnya, Tommy menargetkan GORO Retail nantinya akan hadir di seluruh pelosok negeri ini. “Harapannya nanti setiap kabupaten ada satu toko,” ujarnya, Rabu (17/10).

Tak tanggung-tanggung, sampai akhir 2018 PT Berkarya Makmur Sejahtera mengharapkan sedikitnya membuka 30 gerai GORO Retail. Milasari Kusumo Anggraini, Direktur Utama PT Berkarya Makmur Sejahtera mengatakan dalam pengembangan GORO Retail, perusahaan melibatkan Usaha Kecil Menengah.

Ia bilang, GORO hadir sebagai pusat grosir modern yang membentuk ekosistemnya terlebih dahulu. “Kita bentuk dan membina para UKM pengrajin, buah-buahan, sayur-sayuran, dan yang lain. Kita didik secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas,” tutur Mila.

Membina UKM bagi Mila menjadi tantangan perusahaan, dari total 3,7 juta UKM ia mengharapkan GORO dapat menjaring sedikitnya 10% dari UKM tersebut untuk bergabung. Dengan masuknya UKM, Mila menjelaskan perusahaan membina para UKM untuk mengetahui pentingnya sebuah label misalnya.

GORO tak berhenti untuk membimbing dan membina UKM, Lebih lanjut, kata Mila GORO membantu pendistribusian produk mereka. “Dengan pembinaan itu prouk mereka menjadi bagus, contohnya dari tukang sayur ada standarisasi harga. Ini yang membedakan kita, kita bentuk terlebih dahulu ekosisitemnya,” papar Mila.

Lantaran dipasok langsung oleh UKM, harga untuk makanan segar dapat 2% hingga 5% lebih murah. “Tapi setiap produk harganya bervariasi. Sementara untuk dry food kita menuju private brand,” imbuhnya.

Selain membetuk ekosistem, kata Mila, perbedaan kedua dari GORO adalah memaksimalkan teknologi untuk mempermudah transaksi jual beli. “Tiga minggu lagi kita sudah melayani pembelian online, selain itu kita juga akan menerapkan cashless,” jelasnya.

Sebelumnya GORO Retail sudah buka di Bandung, terdekat GORO Retail akan hadir di Papua. Selain itu UKM yang berminat untuk bergabung dengan GORO juga terus meningkat.

November mendatang, akan ada pembinaan lebih lanjut mengenai UKM yang akan bergambung dengan perusahaan ini. “Untuk grosirnya mungkin akan hadir di setiap kota besar, total yang grosir dan ritel minimal 30 toko akan buka sampai akhir 2018,” ungkapnya.

Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Yoyok

Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Yoyok

RITEL