Produksi benih East West Seed tertekan kemarau panjang

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia dalam tiga bulan terakhir berdampak pada industri hortikultura. Kemarau panjang membuat produksi benih sayur-sayuran PT East West Seed Indonesia (Ewindo) sulit capai target.

Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan, hingga kuartal III 2018, produksi benih Ewindo baru mencapai 3.000 ton. Realisasi produksi tersebut baru mencapai 66,7% dari target produksi benih tahun ini yang sebesar 4.500 ton.  “Kami prediksi produksi selama kuartal IV tahun ini hanya sekitar 500 ton lagi,”ujarnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Menurut Glenn, sebenarnya produksi benih pada musim kemarau akan menghasilkan benih yang bagus. Pasalnya kualitas benih akan lebih baik, dan serangan hama serta penyakit lainnya minim.

Hanya, karena kemarau berlangsung lama, banyak petani tidak lagi kembali menanam dan mereka menunggu hujan turun baru kembali menanam. “Saat mulai hujan nanti, kami tidak lagi panen karena petani baru mulai tanam,” ujarnya menjelaskan.

Benih kangkung merupakan produksi terbesar Ewindo.Pada tahun 2017, Ewindo memproduksi sebesar 2.000 ton benih kangkung dari total produksi benihnya sekitar 3.500 ton.  Namun pada tahun ini, Ewindo hanya mampu memproduksi 1.000 ton saja. “Jumlah tersebut sudah tidak bertambah lagi di kuartal IV ini, kami tidak panen benih kangkung sampai akhir tahun,” ujar Glenn.

Meskipun produksi menurun, Glenn optimis kinerja Ewindo di sektor penjualan benih  meningkat sekitar 11% tahun di kuartal IV 2018 ini. Menurutnya, target penjualan ini bisa tercapai bila mulai akhir Oktober ini, hujan sudah mulai turun. “Harapan kami kinerja perusahaan keseluruhan bisa tumbuh 5%,” katanya tanpa menyebut nilai pendapatan.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo) Afrizal Gindow menambahkan, akibat kemarau panjang tahun ini, produksi benih komoditas hortikultura secara nasional bisa turun 15% dari tahun lalu. Ia memproyeksikan produksi benih tahun  ini sekitar 6.000 ton saja.
 
“Penurunan produksi benih ini akan terasa tahun 2019, dimana harga produk sayur-sayuran, terutama kangkung berpotensi naik, termasuk sayuran lainnya,”ucapnya.

Reporter: Noverius Laoli
Editor: Noverius Laoli

Reporter: Noverius Laoli
Editor: Noverius Laoli

BUDIDAYA TANAMAN