META, WIKA, dan SMRA akan bangun tol dalam kota Bandung senilai Rp 10 triliun

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Nusantara Infrastrukture Tbk (META) melalui anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama dengan dua mitranya yaitu PT Wijaya Karya Tbk (wiKA) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) telah meneken nota kesepahaman untuk pembangunan proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Proyek BIUTR adalah jalan tol dalam kota Bandung dengan panjang mencapai 25,35 kilometer (km). Jalan bebas hambatan ini akan menghubungkan wilayah Pasteur – Cileunyi (Tol Cisumdawu) dan Gedebage (Tol Purbaleunyi). Total investasinya ditaksir mencapai Rp 10 triliun lebih.

Pembangunan rute Pasteur – Cileunyi akan melewati Gasibu, Pahlawan, Cicaheum, Ujung Berung, Cibiru. Sementara itu, pembangunan di ruas Ujung Berung juga akan dilanjutkan menuju Gedebage hingga terhubung.

Proyek BIUTR rencananya akan dibuat melayang (elevated road) di atas ruas jalan eksisting yang ada saat ini sehingga kapasitasnya menjadi dua kali lipat lebih banyak. Saat beroperasi nanti, BIUTR diyakini akan memecah konsentrasi kendaraan pada ruas jalan eksisting Kota Bandung yang dilalui.

Direktur Utama PT Margautama Nusantara Danni Hasan mengatakan, pihaknya telah dipercaya berbagai mitra stratgeis baik lokal maupun internasional untuk sama-sama terlibat dalam pembangunan jalan tol di Indonesia sejak 11 tahun yang lalu.

“Untuk proyek ini, perusahaan membentuk konsorsium bersama WIKA dan Summarecon untuk menciptakan konektivitas, khususnya dalam mengurai kemacetan di Kota Bandung.” kata Danni dalam keterangan resminya, Sabtu (13/10).

Sebelumnya MUN fokus pada pengembangan wilayah Indonesia Timur di Kota Makassar dan Tangerang, kini Perusahaan memperluas area bisnisnya ke wilayah Jawa Barat dengan menginisiasi Proyek Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR). Langkah ini juga sekaligus menjadi bentuk kontribusi Perusahaan yang terus fokus dalam menciptakan konektivitas dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur daerah.

Sementara itu, bagi Agung Budi Waskito selaku Direktur Operasi WIKA, pembangunan BIUTR merupakan langkah strategis perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya melalui investasi di jalan tol.

“WIKA merupakan pelaku utama pembangunan infrastruktur Indonesia yang telah memiliki pengalaman membangun sarana dan prasarana transportasi terintegrasi berikut pengembangan kawasan di berbagai wilayah Indonesia, oleh karenanya kami yakin hal ini akan menjadi perkuatan pada konsorsium ini dan peningkatan kualitas sarana prasarana transportasi di Bandung.” ungkapnya.

WIKA telah memiliki portofolio investasi di jalan tol yang telah beroperasi diantaranya Jalan Tol Soreang – Pasir Koja, Jalan Tol Surabaya – Mojokerto. Salah satu proyek investasi yang tengah dibangun adalah Jalan Tol Serang – Panimbang dimana WIKA bertindak sebagai pemegang saham mayoritas di PT WIKA Serang – Panimbang sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Agung kemudian menyatakan kebanggaannya karena proyek BIUTR yang dibangun nanti akan menjadi ikon baru di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat tersebut. Menurutnya, pengerjaan proyek-proyek ikonik telah menjadi ciri khas dari Perseroan.

Sementara Executive Director SMRA, Hindarko Hasan mengatakan, keputusan Summarecon untuk mulai ikut terlibat dalam pembangunan jalan tol dalam kota Bandung karena proyek tol tersebut memiliki sinergi dengan pengembangan township perusahaan di kota Bandung. “Summarecon mulai merintis bisnis jalan tol dengan ikut serta secara minoritas.” katanya.

Saat ini, pihak MUN, WIKA dan SMRA sebagai Pemrakarsa proyek jalab bebas hambatan itu tengah memasuki proses penyusunan dokumen studi kelayakan (FS). Rencananya, pembangunan kontruksi jalan tol tersebut akan memakan waktu dua tahun (2019-2021) dengan masa konsesi selasa 45 tahun.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Narita

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Narita

JALAN TOL