Impor daging sapi dapat menekan harga sapi lokal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menurut Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) banyaknya impor daging sapi yang dilakukan pemerintah, tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi sapi dalam negeri. Tapi dengan adanya daging sapi impor dapat menekan harga sapi lokal.

Sekretaris Jenderal PPSKI Rochadi Tawaf menjelaskan, saat ini jumlah sapi lokal sekitar 16 juta ekor dan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

“Daging sapi impor tersebut banyak dijual untuk pasar rumah tangga yang seharusnya diperuntukan untuk pasar industri,” lanjutnya kepada Kontan.co.id, Selasa (9/10).

Rochadi berpendapat, seharusnya daging sapi impor India hanya untuk pasar industri, jangan masuk ke pasar rumah tangga. Saat ini harga sapi lokal masih stabil sekitar Rp 45.000 per kg berat hidup.

Guru Besar Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) Muladno berpendapat, jika daging impor lebih banyak di konsumsi dibandingkan dengan daging sapi lokal akan berdampak pada peternak sapi lokal.

“Karena sekarang ini daging sapi impor lebih murah dibandingkan dengan harga daging sapi lokal,” lanjutnya.

Muladno menjelaskan, sapi betina lebih banyak di potong untuk dijual sedangkan sapi jantan banyak dipotong setiap tahunnya untuk hewan kurban di Idul Adha. Tapi saat ini jika sapi betina terus saja dipotong akan habis dan dapat mempengaruhi pengembangbiakan sapi.

“Untuk menghindari hal tersebut, perlu membangun peternakan. Misalnya dengan mempertahankan sapi betina dan mengimpor sapi jantan bakalan yang nanti digemukkan di sini sekitar 3-4 bulan. Jadi sapi betina lokal dipertahankan untuk dikembangbiakkan dan tetap menjual sapi jantan lokal untuk Idul Adha. Tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus impor sapi bakalan,” lanjutnya.

Reporter: Annisa Maulida
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Annisa Maulida
Editor: Yudho Winarto

IMPOR SAPI