Pertamina ajukan proposal alih kelola Blok Corridor

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Minat PT Pertamina (Persero) terhadap blok-blok migas terminasi (kontrak berakhir) belum hilang juga biarpun telah mendapatkan hak kelola Blok Rokan pada 2021 mendatang.

Kali ini Pertamina secara resmi telah menyerahkan proposal untuk mendapatkan hak partisipasi (participant interest) di Blok Corridor yang akan terminasi pada 2023.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto yang menyebut Pertamina baru saja menyerahkan proposal resmi kepada Pemerintah untuk mengelola Blok Corridor. “Pertamina ke saya, saya baru terima kemarin,” kata Djoko, Jumat (14/9).

Sebelumnya Pertamina memang sudah meminta izin untuk melakukan open data di Blok Corridor. Permintaan izin open data tersebut pun diberikan pemerintah pada tahun ini.

Sementara itu, operator Blok Corridor saat ini yaitu ConocoPhillips (COPI) juga sudah menyatakan minat untuk memperpanjang kontrak di blok tersebut. Namun Djoko belum mengetahui apakah proposal perpanjangan kontrak Blok Corridor sudah diberikan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Tugas Usaha Hulu Migas (SKK Migas). “Proposal lengkapnya saya belum terima, kalau dia kan ke SKK Migas,” ungkap Djoko.

Sementara itu, pihak SKK Migas belum memberikan jawaban terkait proposal COPI. Kepala Divisi Program dan Komunikasi, SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher tidak menjawab pesan singkat yang dikirim Kontan.co.id terkait Blok Corridor.

Namun yang pasti, COPI juga telah mrnyatakan minat untuk tetap mengelola Blok Corridor pasca kontrak berakhir pada 2023 mendatang. Pernyataan minat disampaikan COPI melalui surat resmi kepada pemerintah pada awal September 2018.

Dengan begitu, Pertamina akan kembali “bertarung” dengan perusahaan migas intrrnasional untuk mendapatkan hak kelola blok migas di Indonesia. Apalagi Blok Corridor merupakan tiga besar penyumbang produksi gas Indonesia.

Produksi gas Lapangan Grissik Blok Corridor pada Semester I 2018 mencapai 841 mmscfd. Hingga akhir tahun 2018, produksi gas Blok Corridor diproyeksi mencapai 798 mmcfd.

Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Yoyok

ENERGI